Pemkot Semarang dan BBWS Pemali Juana Matangkan Penetapan Garis Sempadan Sungai Kanal Banjir Barat dan Sungai Garang

SEMARANG (Jatengaktual.com) – Pemerintah Kota Semarang bersama BBWS Pemali Juana menggelar Pertemuan Konsultasi Masyarakat (PKM) Final untuk membahas Kajian dan Penetapan Garis Sempadan Sungai Kanal Banjir Barat (KBB) dan Sungai Garang.

Pertemuan ini menjadi forum strategis untuk memastikan penataan sungai dilakukan secara teknis tepat, ramah lingkungan, dan berkeadilan sosial.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menegaskan sungai adalah anugerah sekaligus komponen penting ekosistem perkotaan yang harus dilindungi.

Baca Juga:  Bank Raya Dukung PKL Sidodadi Semarang Naik Kelas Lewat Prasarana dan Literasi Keuangan Digital

“Sungai adalah sumber kehidupan. Jika tidak dikelola, ia berubah menjadi sumber bencana. Karena itu kita harus menjaga kebersihan dan kelestariannya,” ujarnya, belum lama ini.

Pada kesempatan tersebut, Pemkot Semarang juga menyoroti masalah sedimentasi, sampah, dan penyempitan ruang sungai yang kerap memicu banjir.

Wali Kota meminta camat, lurah, hingga komunitas peduli sungai lebih aktif menjaga kebersihan aliran sungai, termasuk memastikan pompa pengendali banjir tidak terganggu sampah.

Pemkot Semarang tengah menyiapkan langkah inovatif untuk memetakan titik kemacetan drainase melalui simulasi arus menggunakan bola ber-chip GPS.

Baca Juga:  Bea Cukai dan Satpol PP Semarang Musnahkan Rokok Ilegal Rp11,4 Miliar di Balai Kota

Hasil pemetaan akan digunakan untuk menentukan lokasi perbaikan dan penertiban bangunan yang menghambat aliran air.

Penetapan garis sepadan sungai ini akan menjadi dasar penting penyusunan RDTR, normalisasi sungai, penguatan tebing, dan pembinaan bagi warga yang tinggal di sepanjang alur sungai.

“Keputusan ini memberi kepastian bagi pemerintah dan masyarakat, mana area yang boleh dimanfaatkan dan mana yang wajib dikembalikan menjadi ruang sungai,” jelas Wali Kota.

Baca Juga:  Dinas Perhubungan Kota Semarang Gelar Ramp Check untuk Pastikan Keselamatan Angkutan Umum

Pemkot Semarang menyambut pendekatan BBWS yang tidak hanya mengedepankan aspek teknis, tetapi juga mempertimbangkan kondisi sosial masyarakat.

Karena itu warga diminta menyampaikan keberatan maupun masukan secara terbuka dalam forum PKM final.

Acara ditutup dengan ajakan bersama untuk menjaga sungai sebagai ruang hidup yang bersih, aman, dan memberi manfaat bagi generasi mendatang.***

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkini