Hadapi Banjir Semarang, Direktur RSI Sultan Agung Kumpulkan Tokoh Masyarakat untuk Bersinergi

SEMARANG (Jatengaktual.com) – Tingginya curah hujan yang melanda Kota Semarang beberapa hari terakhir telah menimbulkan banjir di beberapa wilayah, termasuk Jalan Raya Kaligawe.

Banjir tersebut menghambat arus lalu lintas di sekitar RSI Sultan Agung Semarang, menyulitkan pasien dan pegawai rumah sakit untuk masuk.

Menghadapi situasi tersebut, Direktur Utama RSI Sultan Agung Semarang, dr. Agus Ujianto, M.Si,Med, Sp.B, mengambil langkah cepat dengan menggelar Gathering Tokoh Masyarakat di ruang rapat direksi rumah sakit.

Baca Juga:  Semarakkan Jateng Fair 2025, KAI Daop 4 Berikan Diskon Tiket KA Sebesar 10% Khusus Pembelian di Booth KAI

Acara ini dihadiri oleh jajaran direksi RSI-SA Semarang, Kapolsek Genuk, Danramil Genuk, serta tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, dr. Agus menekankan pentingnya kolaborasi untuk menghadapi tantangan lingkungan saat ini.

Sebagai World Islamic Teaching Hospital, RSI Sultan Agung Semarang berkomitmen untuk terus berkembang dan berperan aktif dalam mitigasi bencana.

“Kita perlu membangun standar hidup dan kerja di wilayah yang rawan bencana dengan prinsip care dan kontribusi positif untuk kemajuan bangsa. Rencana seperti pengembangan kanal air heritage Kaligawe sebagai wisata medis merupakan salah satu inisiatif kita ke depan,” ujar dr. Agus dengan penuh semangat.

Baca Juga:  Oaktree Emerald Hotel Semarang Meriahkan Bulan Ramadan dengan Promo Iftar Dinner Spesial

Menanggapi komitmen tersebut, Mayor Inf Rahmatullah AR, SE., MM dari Koramil 06 Genuk, dan Kompol Rismanto, S.H., M.H, Kapolsek Genuk, juga menyatakan dukungan penuh dari pihaknya.

Mereka berjanji untuk terus bersinergi dalam membantu RSI Sultan Agung Semarang dalam setiap situasi, termasuk saat evakuasi dokter, perawat, dan pasien.

Dengan dukungan dari berbagai pihak, RSI Sultan Agung Semarang optimis dapat terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, tidak hanya dalam situasi normal tetapi juga dalam menghadapi kondisi darurat seperti banjir.

Baca Juga:  Setahun Setelah Electrifying Marine, Petani Tambak Pati Rasakan Efisiensi dan Produktivitas yang Lebih Baik

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkini