Nyalakan Tambak, Tumbuhkan Harapan: PLN Hadirkan Elektrifikasi Perikanan bagi Petani Ikan di Cilacap

CILACAP (Jatengaktual.com) — Bagi para petani ikan di Desa Bulupayung, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, tambak bukan sekadar tempat membudidayakan ikan. Di sanalah harapan akan penghidupan yang lebih baik terus dipelihara.

Selama ini, aktivitas budidaya yang dilakukan Kelompok Usaha Bersama (KUB) Senteg masih menghadapi berbagai keterbatasan sarana. Pengelolaan tambak yang dilakukan secara tradisional membuat potensi produksi belum dapat dimanfaatkan secara optimal.

Kini, harapan tersebut mendapat energi baru. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (UIP JBT) merealisasikan program “Cahaya Perikanan di Bumi Cilacap Bercahaya, Electrifying Perikanan untuk Ketahanan Pangan” di Desa Bulupayung.

Program tersebut diwujudkan melalui penguatan sarana dan prasarana perikanan berbasis listrik yang mendukung aktivitas para petani ikan KUB Senteg.

PLN UIP JBT memberikan sejumlah fasilitas, meliputi pemasangan listrik baru berkapasitas 3.500 VA, 6 unit kincir air, 3 unit pompa air, serta 1 unit sepeda motor listrik roda tiga untuk mendukung mobilitas dan aktivitas usaha perikanan. Program tersebut juga dilengkapi dengan branding PLN Peduli sebagai bagian dari penguatan identitas program.

Baca Juga:  Gets Premiere Semarang Sambut Tahun Baru Imlek dengan Dinner Spesial Bertema "Year of The Snake"

Kehadiran berbagai fasilitas tersebut diharapkan dapat membuat aktivitas budidaya ikan menjadi lebih efektif dan efisien. Kincir dan pompa air berbasis listrik dapat mendukung pengelolaan kualitas air kolam, sementara kendaraan listrik roda tiga dapat membantu mobilisasi kebutuhan perikanan hingga proses distribusi hasil usaha.

General Manager PLN UIP JBT, Kishartanto Purnomo Putro, mengatakan bahwa kehadiran PLN di tengah masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur kelistrikan, tetapi juga melalui upaya menghadirkan manfaat nyata yang dapat mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

“Kami ingin listrik tidak berhenti hanya sebagai energi yang menerangi rumah atau menggerakkan peralatan, tetapi juga menjadi energi yang menggerakkan ekonomi masyarakat. Melalui program ini, kami berharap para petani ikan di Bulupayung dapat mengelola tambaknya dengan lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan,” ujar Kishartanto.

Baca Juga:  Ramadhan Penuh Makna, PLN UIP JBT Berbagi Kebahagiaan Bersama Masyarakat

Menurutnya, pemberdayaan masyarakat merupakan bagian penting dari keberlanjutan pembangunan. Ketika masyarakat di sekitar wilayah kerja PLN tumbuh dan berkembang, hubungan antara perusahaan dan masyarakat pun dapat semakin kuat.

“Pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan harus berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat. Karena itu, kami berkomitmen agar kehadiran PLN memberikan nilai tambah bagi lingkungan dan masyarakat, termasuk melalui pengembangan sektor produktif seperti perikanan,” tambahnya.

Program ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong ketahanan pangan sekaligus mengurangi ketergantungan petani tambak terhadap penggunaan bahan bakar fosil dalam aktivitas budidaya. Pemanfaatan energi listrik diharapkan dapat menciptakan proses usaha yang lebih efisien dan mendukung peningkatan produktivitas perikanan masyarakat.

Kepala Desa Bulupayung, Ahmad Badari, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan PLN kepada masyarakat melalui program TJSL tersebut.

“Bantuan ini sangat berarti bagi kelompok usaha perikanan di Desa Bulupayung. Kami berharap fasilitas yang diberikan dapat meningkatkan kapasitas produksi, memperkuat usaha masyarakat, dan membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi warga,” kata Ahmad.

Baca Juga:  29 Tahun Hotel Ciputra Semarang Konsisten Menyelenggarakan Pesta Kembang Api Terdasyat di Semarang

Bagi KUB Senteg, dukungan tersebut menjadi tambahan kekuatan untuk mengembangkan usaha perikanan yang selama ini dijalankan secara gotong royong. Dengan sarana yang lebih memadai, para petani ikan memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus mengembangkan kualitas hasil perikanan.

Lebih dari sekadar bantuan sarana, program “Cahaya Perikanan” menjadi gambaran bagaimana energi listrik dapat membuka peluang baru di sektor ekonomi masyarakat. Dari kolam-kolam ikan di Bulupayung, listrik tidak hanya menghidupkan mesin, tetapi juga menyalakan harapan akan usaha yang lebih produktif dan masa depan masyarakat yang lebih mandiri.

Melalui program TJSL PLN Peduli, PLN UIP JBT terus berupaya menghadirkan energi yang memberi manfaat lebih luas—menghubungkan pembangunan infrastruktur kelistrikan dengan pemberdayaan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi lokal.***

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkini