Hari Santri Nasional 2026, Ponpes Askhabul Kahfi Gelar Musabaqoh ke-9

SEMARANG – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026, Pondok Pesantren Askhabul Kahfi Semarang kembali menggelar Musabaqoh ke-9. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda penting pesantren untuk mengembangkan potensi, mengasah kemampuan, serta menumbuhkan semangat berprestasi di kalangan santri.

Musabaqoh ke-9 menghadirkan beragam perlombaan yang mencakup aspek keilmuan agama, keterampilan, kreativitas, hingga seni dan budaya pesantren. Cabang lomba yang diselenggarakan antara lain Pidato Tiga Bahasa, Tilawatil Qur’an, Qiro’atul Kutub, Khutbah, Hafalan Nadzom, Tahfidz Juz ‘Amma, Bilal dan Adzan, Kaligrafi, Karya Tulis Ilmiah, Kebersihan Kamar, Kreativitas Santri, Aska Bersholawat, serta Pentas Seni.

Perwakilan panitia, Ust. Ali Rahman Nurmadana, S.T.U., menyampaikan bahwa Musabaqoh merupakan kegiatan yang sangat dinantikan oleh para santri. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga penting untuk mengukur kemampuan santri sekaligus mengevaluasi hasil pembelajaran yang telah mereka peroleh selama menempuh pendidikan di pesantren.

Baca Juga:  Kota Semarang Raih Predikat Utama Kota Layak Anak 2025 dari Kementerian PPPA

“Musabaqoh ini sangat dinantikan oleh para santri. Melalui kegiatan ini, kemampuan mereka dapat diuji dan dikembangkan, sekaligus menjadi motivasi untuk terus belajar, berlatih, dan meningkatkan prestasi,” ungkapnya.

Ketua Yayasan Nurul Ittifaq Semarang, Ust. Nur Arifin, berharap penyelenggaraan Musabaqoh ke-9 dapat meningkatkan berbagai aspek perkembangan santri, mulai dari kemampuan intelektual, kedalaman pemahaman agama, keterampilan berkomunikasi, kreativitas, kedisiplinan, hingga akhlak dan kepercayaan diri.

Menurutnya, Musabaqoh bukan semata-mata tentang meraih kemenangan, melainkan juga proses membangun karakter, sportivitas, tanggung jawab, dan semangat untuk terus memperbaiki diri. Setiap santri diharapkan mampu menjadikan ajang ini sebagai kesempatan untuk menggali potensi dan mengembangkan kemampuan sesuai bidang masing-masing.

Baca Juga:  Kejati Jateng Tegaskan Kepedulian terhadap Anak Terlantar saat Resmikan Gedung Baru Rumah Anak Surga

Sementara itu, perwakilan pengasuh Pondok Pesantren Askhabul Kahfi, Gus Muhammad Abdur Rouf, S.Pd., menyampaikan bahwa para santri menunjukkan antusiasme tinggi dalam menyambut Musabaqoh ke-9. Hal tersebut terlihat dari kesungguhan mereka dalam mempersiapkan diri, berlatih, serta mengikuti setiap tahapan perlombaan dengan maksimal.

Ia berharap semangat tersebut tidak berhenti ketika perlombaan berakhir, tetapi terus tumbuh menjadi budaya belajar, berlatih, dan berprestasi dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan pesantren.

Lebih dari sekadar perlombaan, Musabaqoh memiliki peran penting dalam membentuk santri yang berilmu, berakhlak mulia, mandiri, kreatif, serta siap memberikan manfaat bagi masyarakat. Melalui berbagai cabang lomba, santri didorong untuk menyeimbangkan kemampuan akademik, penguasaan ilmu agama, keterampilan hidup, dan kecintaan terhadap tradisi pesantren.

Baca Juga:  Menggali Cita Rasa Baru, WAGA Restaurant Luncurkan Menu Spesial

Penyelenggaraan kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memaknai Hari Santri Nasional, yang mengingatkan kembali pada peran penting santri dalam menjaga nilai-nilai keislaman, merawat persatuan, serta berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan negara.

Semangat Hari Santri hendaknya tidak berhenti pada peringatan seremonial, tetapi diwujudkan melalui kesungguhan menuntut ilmu, menjaga adab kepada guru, mengamalkan ilmu, serta menghadirkan kemaslahatan bagi umat.

Melalui Musabaqoh ke-9, Pondok Pesantren Askhabul Kahfi berharap lahir generasi santri yang tidak hanya unggul dalam kompetisi, tetapi juga kuat dalam ilmu, kokoh dalam akhlak, luas dalam wawasan, dan siap menjadi generasi penerus yang membawa manfaat bagi agama, masyarakat, bangsa, dan negara.

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkini