KAI Daop 4 Semarang Gelar Mini Fair di Stasiun Tawang: Wadah Ekspresi, Kuliner Lokal, dan Pemberdayaan UMKM

SEMARANG (Jatengaktual.com) – KAI Daop 4 Semarang menghadirkan suasana berbeda di Stasiun Semarang Tawang melalui penyelenggaraan Mini Fair yang berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 11 hingga 13 Juli 2025.

Kegiatan ini merupakan inisiatif Daop 4 Semarang untuk menjadikan stasiun sebagai ruang publik yang tak hanya fungsional, tetapi juga berdaya secara sosial, budaya, dan ekonomi.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Franoto Wibowo mengatakan bahwa Mini Fair Daop 4 Semarang menyuguhkan beragam aktivitas menarik yang terbuka untuk masyarakat umum maupun penumpang kereta api.

Di antara kegiatan yang digelar adalah live music, angkringan, UMKM batik, jajanan pasar, pojok baca, pameran foto, drawing corner, mini games, beauty class, hingga sesi ngopi bareng.

Baca Juga:  Waket DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono Soroti Pentingnya Pelestarian Wayang Sebagai Warisan Budaya

Seluruh rangkaian acara dikemas untuk menciptakan pengalaman yang menyenangkan, edukatif, dan inspiratif di lingkungan stasiun.

“Salah satu sorotan utama dalam kegiatan ini adalah dukungan terhadap pemberdayaan UMKM lokal. KAI memberikan ruang strategis bagi pelaku usaha mikro untuk memamerkan dan menjual produk mereka secara langsung kepada pengunjung. Mulai dari batik hasil karya pengrajin daerah, jajanan tradisional, hingga kopi racikan lokal menjadi bagian dari upaya konkret dalam memperkuat ekonomi kerakyatan di sekitar jalur operasional kereta api,” kata Franoto.

Franoto menambahkan bahwa tak hanya aspek ekonomi, Mini Fair juga menyentuh sisi edukatif dan kreatif. Di area drawing corner, anak-anak diberi kebebasan untuk mengekspresikan imajinasi mereka melalui gambar, sementara di pojok baca, pengunjung dapat menikmati buku-buku ringan yang membahas sejarah, budaya, hingga perkeretaapian.

Baca Juga:  Hari Santri 2024, Ferry Wawan Cahyono Ajak Santri Melawan Kebodohan

Suasana ini menjadi lebih semarak dengan kehadiran mini games interaktif yang menghibur serta beauty class yang diminati kaum muda dan perempuan.

Mini Fair juga menjadi ruang silaturahmi antarpengunjung. Melalui sesi ngopi bareng, suasana akrab tercipta antara penumpang, komunitas, dan petugas stasiun.

Ruang-ruang sosial yang tercipta ini memperkuat fungsi stasiun sebagai tempat interaksi yang humanis, jauh dari kesan formal semata.

Franoto mengatakan bahwa Mini Fair merupakan bagian dari transformasi layanan KAI yang tidak hanya berorientasi pada transportasi, tetapi juga pada pembangunan relasi yang lebih luas dengan masyarakat.

Baca Juga:  Selama Libur Panjang Waisak, KAI Daop 4 Semarang Layani Lebih dari 245 Ribu Penumpang

“Kami ingin menghadirkan wajah baru dari stasiun—bukan hanya sebagai tempat naik dan turun kereta, tapi juga sebagai ruang budaya, ekonomi, dan interaksi sosial. Lewat Mini Fair ini, kami mengajak masyarakat untuk melihat stasiun sebagai bagian dari kehidupan kota yang dinamis dan inklusif,” ujar Franoto.

Mini Fair Daop 4 Semarang diharapkan mampu mengoptimalkan potensi stasiun sebagai pusat aktivitas masyarakat urban.

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkini