SEMARANG (Jatengaktual.com) – Universitas Diponegoro (Undip) memperluas penerapan hasil riset untuk menjawab persoalan masyarakat, mulai dari perlindungan kawasan pesisir, pengembangan pangan, energi, hingga teknologi kesehatan. Sejumlah inovasi tersebut menjadi bagian dari kontribusi kampus dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Rektor Undip Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si. menyampaikan hal itu dalam peringatan Dies Natalis ke-69 Undip di Muladi Dome, Semarang, Kamis (15/10).
Di sektor lingkungan, Undip mengembangkan teknologi hybrid seawall, menangani persoalan sedimentasi, serta menyediakan teknologi pengolahan air (water treatment).
Program pengolahan air tersebut, menurut Suharnomo, telah dikembangkan di tiga lokasi di Kabupaten Demak.
“Tidak hanya satu, kita ada beberapa, baik itu hybrid seawall, penanganan sedimentasi, water treatment ada tiga di Demak,” ujar Suharnomo.
Ia menegaskan, perguruan tinggi perlu memastikan penelitian tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi juga menghasilkan solusi yang dapat diterapkan untuk mengatasi persoalan di tengah masyarakat.
Komitmen tersebut turut diwujudkan melalui berbagai inovasi lintas bidang yang dikembangkan peneliti Undip bersama mitra dalam dan luar negeri.
Pada sektor pertanian, Undip bekerja sama dengan Serikat Paguyuban Petani Qaryah Thayyibah (SPPQT) mengembangkan beras butana dengan indeks glikemik rendah di Salatiga.
Pengembangan produk ini diharapkan memberikan nilai tambah bagi hasil pertanian sekaligus membantu meningkatkan nilai ekonomi beras yang dihasilkan petani.
Di bidang pangan dan gizi, tim peneliti yang dipimpin Gemala Anjani dari Program Studi Gizi mengembangkan biskuit berbahan pangan lokal untuk ibu hamil.
Produk tersebut diarahkan untuk mendukung upaya pencegahan stunting sejak masa kehamilan. Selain itu, biskuit tersebut berpotensi menjadi alternatif pangan bergizi bagi masyarakat dan balita di wilayah terdampak bencana.
Sementara itu, melalui program Indo Dairy II, tim peneliti Fakultas Peternakan dan Pertanian di bawah bimbingan Dian Wahyu Harjanti berkolaborasi dengan lembaga riset Australia yang disebut dalam sambutan sebagai Asiac.
Kerja sama tersebut menghasilkan pengembangan sistem penyediaan air minum otomatis untuk sapi perah guna mendukung kesehatan ternak dan kualitas produksi susu.
Pada sektor energi, peneliti Undip Prof. Dr. Heru Susanto bekerja sama dengan University of Aberdeen, Skotlandia, mengembangkan teknologi lithium recovery.
Teknologi ini menjadi salah satu upaya pengembangan inovasi yang berkaitan dengan kebutuhan energi dan industri pada masa mendatang.
Kontribusi Undip juga menjangkau bidang kesehatan. Perangkat lunak IndoQCT yang dikembangkan peneliti Undip, Khairul Anam, telah digunakan di lebih dari 90 negara.
Teknologi pengolahan citra CT scan tersebut dirancang untuk membantu mengurangi paparan radiasi dalam pemeriksaan medis tanpa mengesampingkan kebutuhan diagnostik pasien.
Dalam rangkaian Dies Natalis ke-69, Undip turut menghadirkan akademisi Universiti Putra Malaysia, Datuk Professor ChM. Ts. Dr. Taufiq Yap Yun Hin. Kehadirannya menjadi bagian dari upaya memperluas pertukaran wawasan akademik mengenai peran perguruan tinggi dalam pembangunan berkelanjutan.
Suharnomo berharap berbagai inovasi yang telah dikembangkan dapat terus diperluas penerapannya sehingga manfaat penelitian perguruan tinggi semakin dirasakan masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan kontribusi kampus terhadap agenda SDGs tidak hanya diukur dari jumlah penelitian yang dihasilkan, tetapi juga dari kemampuan mengimplementasikan inovasi untuk menjawab kebutuhan nyata di berbagai sektor kehidupan.***

