Smart Agro-Tourism UDINUS Hadirkan Teknologi untuk Desa Erorejo Wonosobo

WONOSOBO (Jatengaktual.com) – Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS) melalui tim Pengabdian kepada Masyarakat menghadirkan program pemberdayaan Desa Binaan di Desa Erorejo, Wadaslintang, Wonosobo, pada (7–8/8) lalu.

Kegiatan ini dipimpin Prof. Dr. Rindra Yusianto bersama tim dosen Dr. Herwin Suprijono, Ir. Amalia MT, IPM, ASEAN Eng, dan Dr. Iswoyo.

Program yang masuk dalam konsep Smart Agro-Tourism dan didukung Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat Kemendiktisaintek ini memberikan bantuan sarana produksi berupa dua lapak pemancingan, mesin roasting dan grinder kopi, serta mesin pengaduk gula semut portable hasil riset UDINUS.

Baca Juga:  Indosat Bukukan Pendapatan Rp14 Triliun di Kuartal III 2025, Tumbuh 3,8%

Inovasi alat pengaduk gula semut kini telah dimanfaatkan oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Rahayu sebagai usaha baru, melengkapi lapak pemancingan dan karamba jaring apung yang sudah berjalan.

Selain bantuan peralatan, tim juga memberikan pelatihan pengolahan kopi robusta Windusari dan gula semut, sekaligus workshop desain kemasan untuk meningkatkan nilai jual produk.

Sebanyak 72 peserta dari anggota KWT Rahayu, pengelola kopi Gunung Windu, serta perangkat desa mengikuti kegiatan ini.

Baca Juga:  Sebanyak 100 Pesepeda Pixie Bakal Ramaikan Ajang Semarang Dark Race 2024

Ketua KWT Rahayu, Eti Sri Mulyati, menyambut baik pelatihan tersebut.

“Pelatihan dan workshop ini sangat bermanfaat, selain memberikan contoh praktis dalam desain kemasan, juga dapat meningkatkan dan memperluas jangkauan pemasaran. Program ini sejalan dan juga mendapat dukungan dari Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Wonosobo Jawa Tengah,” ujarnya.

Kepala Desa Erorejo, Wagino, menilai program ini membawa dampak langsung pada ekonomi masyarakat.

Baca Juga:  BEM KM UDINUS Lakukan Transformasi Lahan Tandus Tadah Hujan Wonogiri Menjadi Lahan Produktif Bawang Merah, Jagung dan Kopi

“Program ini mampu meningkatkan pendapatan anggota KWT Rahayu sebesar Rp1,7–2,5 juta per bulan. Kami berharap kerja sama dengan UDINUS dapat berlanjut hingga target RPJMDes 2030 tercapai, yakni menjadikan Erorejo sebagai science technopark binaan UDINUS,” ungkapnya.

Program ini juga melibatkan enam mahasiswa dari berbagai fakultas melalui skema MBKM.

Mereka tidak hanya belajar di luar kampus dan berkolaborasi dengan masyarakat, tetapi juga memperoleh rekognisi mata kuliah sesuai bidangnya. (Aan)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkini