UMKM Dapat Panggung Baru, KAI Buka Creative Space di Museum Ambarawa

SEMARANG (Jatengaktual.com) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Kali ini, KAI meresmikan UMKM Creative Space di kawasan Museum Kereta Api Ambarawa, Kabupaten Semarang.

Bantuan tersebut merupakan Program Bantuan Pengembangan dan Pembinaan PUMK (Program Usaha Mikro dan Kecil). Dengan UMKM Creative Space, KAI memberikan dukungan kepada para pelaku UMKM yang tergabung dalam Paguyuban UMKM Museum Kereta Api Ambarawa.

Baca Juga:  Indosat Catat Lonjakan Trafik Data Sebesar 17 Persen Sepanjang Perayaan Idulfitri, Banjarnegara Jadi Penyumbang Trafik Tertinggi di Jawa Tengah

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Franoto Wibowo mengatakan bahwa seremonial peresmian dan penyerahan bantuan senilai Rp143.050.000,- dilakukan secara langsung oleh Vice President Corporate Social Responsibility (VP CSR) KAI, Sandra Pridasvara, kepada Ketua Paguyuban UMKM Museum Ambarawa, Muslimin pada Jumat (25/7).

“Pembentukan UMKM Creative Space ini bertujuan memberikan ruang kreatif sekaligus etalase bagi pelaku usaha lokal untuk memasarkan produk unggulannya kepada wisatawan yang berkunjung ke Museum Kereta Api Ambarawa. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat ekonomi lokal dan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas,” kata Franoto.

Baca Juga:  Prof Suharnomo Siap Bawa Perubahan pada Kesetaraan Fasilitas di Semua Fakultas Universitas Diponegoro

Franoto menambahkan bahwa terdapat sebanyak 24 booth display yang dibuat dengan konsep terbuka dan estetika warisan budaya perkeretaapian. Booth tersebut menjual berbagai macam produk UMKM seperti makanan berat dan ringan, minuman dan kerajinan tangan.

“Area ini tidak hanya menjadi ruang jual-beli, tetapi juga tempat interaksi dan edukasi antara pengrajin lokal dan pengunjung,” tambah Franoto.

KAI Daop 4 Semarang mengajak para pengunjung Museum Ambarawa untuk mendukung produk lokal dan merasakan langsung hasil karya pelaku UMKM binaan di UMKM Creative Space.

Baca Juga:  Jafli Law Firm & Mahasiswa FH Unnes Laksanakan Program Penyuluhan Hukum di PKBM Budi Lestari

“Kami percaya bahwa museum bukan hanya tempat menyimpan sejarah, tetapi juga ruang hidup yang bisa menggerakkan ekonomi kreatif di daerah,” ungkap Franoto.

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkini