UNDIP Gandeng Perusahaan Singapura Garap Riset Blue Java, Bidik Solusi Krisis Lingkungan Global

SEMARANG – Universitas Diponegoro (UNDIP) memperluas jejaring kolaborasi internasional untuk mendorong inovasi dalam penanganan krisis lingkungan. Kali ini, UNDIP menggandeng perusahaan teknologi hayati asal Singapura, Celvera Biosystems PTE LTD, melalui proyek riset kolaboratif bertajuk Aquaculture Research Project: Blue Java.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Ruang Rapat Rektor, Gedung Widya Puraya Lantai 2 UNDIP, Rabu (14/10).

Kolaborasi ini diarahkan untuk merespons persoalan lingkungan global, terutama pengelolaan sampah dan keberlanjutan ekosistem perairan. Selain pengembangan riset, kerja sama tersebut juga membuka peluang lebih luas bagi UNDIP dalam menyebarluaskan hasil inovasi dan aksi nyata kampus kepada masyarakat internasional.

Chief Operating Officer (COO) Celvera Biosystems PTE LTD, Dina K. Dinata, menilai UNDIP memiliki potensi besar dalam pengembangan riset lingkungan. Menurutnya, berbagai inovasi dan praktik pengelolaan lingkungan yang telah dilakukan kampus perlu mendapat jangkauan publikasi lebih luas.

Baca Juga:  Ramadan Menjadi Momentum Agustina untuk Memperkuat Silaturrahmi

“UNDIP sudah memiliki fondasi green campus dan karya riset lingkungan yang luar biasa. Langkah krusial berikutnya adalah membagikan aksi nyata ini secara konsisten di media sosial. Lewat strategi storytelling yang tepat, publikasi digital dapat memperluas jangkauan pengaruhnya sekaligus menjadi ruang edukasi bagi masyarakat luas,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor UNDIP Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si. menegaskan bahwa komitmen kampus terhadap keberlanjutan lingkungan tidak berhenti pada kebijakan, tetapi diwujudkan melalui pengelolaan sampah secara mandiri.

Ia menyebut UNDIP telah menerapkan sistem pengelolaan sampah yang memungkinkan kampus tidak lagi mengirimkan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kota Semarang.

Baca Juga:  Dari FKM Undip, Pemerintah Tegaskan Arah Baru Percepatan Penanganan Stunting dan TB

“Kami adalah kampus zero waste yang sudah tidak lagi mengirimkan sampah ke TPA Kota Semarang. Seluruh sampah organik diolah menjadi kompos, sehingga 100% limbah telah terkelola dengan baik sebagai langkah nyata menuju target Green Metric,” kata Suharnomo.

Selain pengelolaan lingkungan di kawasan kampus, UNDIP juga berkontribusi dalam pengembangan teknologi untuk penanganan wilayah terdampak bencana.

Suharnomo mengungkapkan, UNDIP dipercaya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyediakan sarana treatment untuk membantu penanganan di sejumlah daerah terdampak bencana.

“Kami dipercaya oleh BNPB untuk menyediakan sarana treatment di daerah-daerah terdampak bencana. Saat ini, sarana tersebut sudah beroperasi di sekitar 20 titik, termasuk di kawasan Pantura dan Flores,” jelasnya.

Baca Juga:  Operasi Wira Waspada, Imigrasi Wonosobo Temukan WN Malaysia Overstay Sejak 2022

Melalui proyek Blue Java, UNDIP dan Celvera Biosystems juga berupaya memperluas dampak riset melalui penguatan komunikasi publik dan edukasi digital. Pengembangan kanal publikasi khusus diharapkan menjadi sarana untuk memperkenalkan berbagai inovasi kampus dalam menjawab persoalan lingkungan.

Kolaborasi ini sekaligus diharapkan mendorong keterlibatan generasi muda agar tidak hanya memahami persoalan krisis lingkungan, tetapi juga berani menghadirkan solusi melalui penelitian, inovasi teknologi, dan aksi nyata.

Dengan menggandeng mitra internasional, UNDIP berupaya membawa kontribusi riset perguruan tinggi Indonesia melampaui lingkungan akademik, sekaligus memperkuat peran kampus dalam menjawab tantangan lingkungan global.

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkini