Visitasi Pendirian PDF Wustha–Ulya di Ponpes Askhabul Kahfi, Perkuat Tradisi Keilmuan Pesantren

SEMARANG (Jatengaktual.com) – Pondok Pesantren Askhabul Kahfi, Semarang, kedatangan Tim Visitasi dari Kementerian Agama Republik Indonesia dalam rangka proses penilaian pendirian Pendidikan Diniyah Formal (PDF) jenjang Wustha dan Ulya, di lingkungan pesantren, Jumat (7/11).

Dalam sambutannya, Khodimul Ma’had Gus Rikza menegaskan bahwa pendirian PDF bukan sekadar pemenuhan aspek administratif, melainkan langkah strategis untuk mengukuhkan tradisi keilmuan pesantren.

Menurutnya, penguatan pendidikan formal diniyah akan memperdalam kajian Al-Qur’an, terutama dalam bidang tafsir.

“Kami memohon bimbingan. Semoga PDF Askhabul Kahfi tumbuh sebagai lembaga yang kuat dalam ilmu, matang dalam akhlak, serta selaras antara dhohir dan batin,” ujarnya.

Baca Juga:  KA Gunung Jati dan KA Sancaka Utara Laris Manis dengan Ratusan Penumpang

Dukungan disampaikan pula oleh Ketua Aspendif Jawa Tengah, Kyai Mughofar, Lc., S.Pd. Ia menyatakan optimistis bahwa permohonan pendirian PDF di Askhabul Kahfi dapat segera direspons positif.

Sementara itu, Kasi PD Pontren Kemenag Kota Semarang, H. Tantowi Jauhari, S.S., menjelaskan bahwa Askhabul Kahfi saat ini menjadi satu-satunya pesantren di Kota Semarang yang mengajukan izin pendirian PDF.

Hal ini dinilai strategis dalam memperkuat karakter pendidikan pesantren berbasis diniyah formal di tengah kota.

Baca Juga:  Kejati Jateng Selamatkan 47 miliar dalam Kasus TPPU Bank BUMN

Ketua Tim Visitasi Kemenag Pusat, KH. Drs. Ahmad Rusdi, M.Pd., menekankan pentingnya identitas keilmuan sebagai ciri khas lembaga.

Ia berharap Askhabul Kahfi mampu merumuskan karakter kekhususan yang berkaitan dengan studi tafsir.

“Susun karakter dan kekhususan yang menjadi ciri PDF Askhabul Kahfi. Idealnya, ada kesinambungan dengan Ma’had Aly jurusan Tafsir dan Ilmu Tafsir, sehingga lahir ahli tafsir yang cakap dan beradab,” pesannya.

Usai sesi dialog, tim melanjutkan proses visitasi dengan meninjau sarana dan prasarana pendidikan, memeriksa kelengkapan dokumen kelembagaan, serta menilai mutu tenaga pendidik.

Baca Juga:  Kajari Anton Bangun Budaya Antikorupsi Dimulai dari Perempuan dan Keluarga di Kulon Progo

Tim juga mengobservasi uji kompetensi kitab kuning, mulai dari kemampuan membaca, menerjemahkan, hingga menjelaskan kaidah nahwu sharaf.

Peninjauan dilakukan pada sejumlah lokasi belajar, yakni kampus 2, kampus 3, dan kampus 4.

Kedatangan tim Kemenag disambut penuh antusias oleh jajaran asatidz dan para santri. Proses visitasi ini dipandang sebagai tonggak penting dalam upaya peningkatan mutu pendidikan pesantren secara berkelanjutan, serta memperkuat Askhabul Kahfi sebagai pusat kajian keislaman yang berorientasi akademik dan berkarakter.***

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkini